CB : Professional Development

Saturday, December 12, 2015

Laporan CB_TFI - Final

1. Bagian Awal
Kegiatan
di SDN Lenteng Agung 10 & 11
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama
Teach For Indonesia 
              
 
Kelas             : LD01
Dosen            : Silverius Constantino Johanes Maria Lake, M.HUM
Kode              : D3324
Waktu            : Jumat, 4 Desember 2015
Pukul             : 10.30 - 12.30
Lokasi            : SDN Lenteng Agung 10 & 11 Pagi, JL H Joe RT 001/06 Lenteng Agung                         Jagakarsa Jakarta Selatan DKI Jakarta
Tim yang hadir
Ketua             : Edwin Ramana                  -           1701296605
Anggota        :   1. Gerry Arkanata             -           1701357935
                         2. Indrajaya Kusuma          -           1701306253
                         3. Orlando                          -           1701328752
                         4. Raditya Imawan             -           1701334843
                         5. Todi Ismirsa                   -           1701334585
Tim yang tidak hadir
            -
           
Foto Tim yang hadir


 
    
Nama :
Edwin Ramana, Gerry Arkanata, Indrajaya Kusuma, Orlando, Raditya Imawan, Todi Ismirsa



2. Bagian Isi 

Teori
Setelah kami diajari di kelas pada mata kuliah Character Building, kami melihat bahwa Teori Hak (Right-Based Ethics) dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Teori hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama, karena itu manusia harus dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan yang lain. Seperti pada kasus kegiatan ini, hak siswa untuk mendapatkan ilmu/bersekolah, tetapi karena biaya pendidikan yang tinggi, jadi ada anak yang tidak bersekolah. Tetapi sekarang pemerintah telah menyiapkan KJP (Kartu Jakarta Pintar) untuk membantu orang-orang yang tidak mampu untuk tetap bisa mendapatkan ilmu atau haknya seperti orang lain. 

Persiapan dalam melakukan kegiatan adalah dengan menghubungi anggota kelompok pada grup LINE dan membicarakan waktu yang tepat untuk pergi ke lokasi. Sebelum melakukan kegiatan, kelompok kami sudah membaca ketentuan-ketentuan yang dilakukan untuk di sekolahnya.

Sebelumnya pada tanggal 12 November, kami telah datang kembali untuk mengambil kuesioner KJP siswa yang kami titipkan di sekolahnya. Lalu setelah kami mendapatkannya kami berencana untuk datang ke sekolahnya lagi setelah UTS untuk melakukan verifikasi 8355, validasi pendidikan, dan form evaluasi kegiatan. Tetapi ternyata kami salah dalam memberikan KJP siswa, dikarenakan seharusnya kami memberikan kuesioner KJP siswa itu ke anak-anak yang ada di daftar (TFI akan memberinya). Karena peristiwa itu, kami pun meminta TFI untuk memberikan daftar KJP dan juga 8355. Dan kami akan pergi ke sekolahnya lagi nanti setelah UTS selesai (dikarenakan tidak boleh ada kegiatan pada saat UTS).

Pada tanggal 4 Desember, kami pun pergi ke SDN Lenteng Agung 10 & 11 lagi. Setelah kami sampai di tempat, kami pun langsung meminta izin kepada masing-masing kepala sekolah untuk langsung melaksanakan tugas.



  



Kami membagi kelompok kami yang berjumlah 6 orang menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok 1 untuk SDN Lenteng Agung 10 adalah Edwin, Indrajaya, dan Todi. Lalu kelompok 2 untuk SDN Lenteng Agung 11 adalah Gerry, Orlando, dan Raditya. Kami membagi tugas ini karena agar di ruang guru pada masing-masing SD tidak penuh. Kami membicarakan dengan kepala sekolahnya tentang KJP sekolah, validasi pendidikan dan juga kami meminta daftar 8355 dari sekolah untuk kami verifikasi dengan daftar yang kami punyai. Setelah semua hal itu telah kami lakukan, kami pun langsung memberikan kuesioner KJP siswa ke siswa-siswa yang ada di daftar. Kami melakukan semua hal ini dengan metode mentoring, dikarenakan metode ini sangat efektif dan akan meminimilasir kesalahan yang akan di perbuat (jika ada kesalahan dalam penulisan/pengisian, kami langsung memberi tahunya dan menjelaskannya), tetapi karena banyak siswa yang kesusahan dalam mengisi kuesionernya maka, kami dan sekolah bersepakat lagi untuk menyuruh siswanya membawa kuesionernya ke rumahnya agar orang tua mereka membantunya dalam mengisi. Kami berjanji datang kembali untuk mengambil kuesioner KJP siswanya pada tanggal 10 Desember.

Setelah semuanya sudah beres, kami pun langsung pergi ke masing-masing ruang gurunya untuk memberikan form evaluasi kegiatan. Disana kami menunggu kepala sekolahnya untuk langsung memberikan penilaian terhadap kerja kami. Setelah semuanya sudah selesai, kami pun langsung berpamitan dan berterima kasih kepada kepala sekolahnya karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan TFI.

Pada tanggal 10 Desember, kami semua datang kembali untuk mengambil kuesioner KJP siswanya. Tetapi ternyata kuesioner KJP siswa di SDN Lenteng Agung 10 belum terkumpul dikarenakan hari sebelumnya siswanya ada ujian. Jadi kami hanya mendapatkan kuesioner KJP siswa SDN Lenteng Agung 11.

Pada akhirnya pada tanggal 14 Desember, hanya beberapa dari kami yang pergi ke sekolahnya lagi untuk mengambil kuesioner KJP siswa SDN Lenteng Agung 10.

3. Bagian Penutup
            Hasil Kegiatan : 


  
                Verifikasi Data 8355 SDN Lenteng Agung 11 dan SDN Lenteng Agung 10



  

    
                                                    Form Evaluasi Kegiatan



Untuk Kesimpulan yang kami dapatkan adalah :
- Siswa mendaftar menjadi peserta KJP melalui wali kelasnya
- Banyak siswa yang masih belum mengerti tentang KJP karena orang tuanya yang mengurusi
- Hal yang banyak ditanyakan pihak sekolah terhadap kunjungan rumah adalah penghasilan orang tua, kepemilikan rumah, fasilitas yang dipunyai
- Tidak ada yang meminta biaya saat mengurus KJP
- Para orang tua siswa sangat terbantu dengan adanya KJP, dan mereka menginginkan KJP ini tetap bertahan, berlanjut dan dipermudah dalam penggunaannya
- Pada data verifikasi 8355 masih adanya data di sekolah tetapi tidak ada data di dinas pendidikan dan tidak ada data di sekolah namun ada di dinas pendidikan


Perbaikan yang harus dilakukan kelompok kami adalah kurang cermatnya dalam membaca aturan-aturan yang diberikan oleh TFI, susahnya untuk mencari waktu yang tepat untuk berkumpul dan melaksanakan tugasnya. Dan juga tidak memberikan intruksi kepada pihak sekolah dengan tidak detail.

Jumlah Peserta KJP SDN Lenteng Agung 10 adalah 23 Siswa
Jumlah Peserta KJP SDN Lenteng Agung 11 adalah 66 Siswa

No comments:

Post a Comment