CB : Professional Development

Thursday, December 17, 2015

Laporan CB_TFI - KJP SDN Lenteng Agung 11

1. Bagian Awal


Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar 
di SDN Lenteng Agung 11
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama
Teach For Indonesia 
              
 
Kelas             : LD01
Dosen            : Silverius Constantino Johanes Maria Lake, M.HUM
Kode              : D3324
Waktu            : Jumat, 4 Desember 2015 & Kamis, 10 Desember 2015
Pukul             : 10.30 - 12.30 & 10.00 - 10.30
Lokasi            : SDN Lenteng Agung 11 Pagi, JL.Waspada II RT 014/RW 05 Kel. LENTENG AGUNG Kec.  JAGAKARSA Jakarta Selatan
Tim yang hadir
Ketua             : Edwin Ramana                  -           1701296605
Anggota        :   1. Gerry Arkanata             -           1701357935
                         2. Indrajaya Kusuma          -           1701306253
                         3. Orlando                         -           1701328752
                         4. Raditya Imawan             -           1701334843
                         5. Todi Ismirsa                   -           1701334585
Tim yang tidak hadir
            -
           
Foto Tim yang hadir



 
    
Nama :
Edwin Ramana, Gerry Arkanata, Indrajaya Kusuma, Orlando, Raditya Imawan, Todi Ismirsa



2. Bagian Isi 

Teori
Setelah kami diajari di kelas pada mata kuliah Character Building, kami melihat bahwa Teori Hak (Right-Based Ethics) dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Teori hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama, karena itu manusia harus dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan yang lain. Seperti pada kasus kegiatan ini, hak siswa untuk mendapatkan ilmu/bersekolah, tetapi karena biaya pendidikan yang tinggi, jadi ada anak yang tidak bersekolah. Tetapi sekarang pemerintah telah menyiapkan KJP (Kartu Jakarta Pintar) untuk membantu orang-orang yang tidak mampu untuk tetap bisa mendapatkan ilmu atau haknya seperti orang lain. 


Persiapan dalam melakukan kegiatan adalah dengan menghubungi anggota kelompok pada grup LINE dan membicarakan waktu yang tepat untuk pergi ke lokasi. Sebelum melakukan kegiatan, kelompok kami sudah membaca ketentuan-ketentuan yang dilakukan untuk di sekolahnya.

Pada tanggal 4 Desember, kami pun pergi ke SDN Lenteng Agung 11. Setelah kami sampai di tempat, kami pun langsung meminta izin kepada kepala sekolah yang bernama Ramdi, S. Pd, MM,  dan langsung melaksanakan tugas.



  


Kami membagi kelompok kami yang berjumlah 6 orang menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok 1 untuk SDN Lenteng Agung 10 adalah Edwin, Indrajaya, dan Todi. Lalu kelompok 2 untuk SDN Lenteng Agung 11 adalah Gerry, Orlando, dan Raditya. Kami membagi tugas ini karena agar di ruang guru pada masing-masing SD tidak penuh. Kami membicarakan dengan kepala sekolahnya tentang KJP sekolah, validasi pendidikan dan juga kami meminta daftar 8355 dari sekolah untuk kami verifikasi dengan daftar yang kami punyai. Setelah semua hal itu telah kami lakukan, kami pun langsung memberikan kuesioner KJP siswa ke siswa-siswa yang ada di daftar. Kami melakukan semua hal ini dengan metode mentoring, dikarenakan metode ini sangat efektif dan akan meminimilasir kesalahan yang akan di perbuat (jika ada kesalahan dalam penulisan/pengisian, kami langsung memberi tahunya dan menjelaskannya), tetapi karena banyak siswa yang kesusahan dalam mengisi kuesionernya maka, kami dan sekolah bersepakat lagi untuk menyuruh siswanya membawa kuesionernya ke rumahnya agar orang tua mereka membantunya dalam mengisi. Kami berjanji datang kembali untuk mengambil kuesioner KJP siswanya pada tanggal 10 Desember.

Setelah semuanya sudah beres, kami pun langsung pergi ke masing-masing ruang gurunya untuk memberikan form evaluasi kegiatan. Disana kami menunggu kepala sekolahnya untuk langsung memberikan penilaian terhadap kerja kami. Setelah semuanya sudah selesai, kami pun langsung berpamitan dan berterima kasih kepada kepala sekolahnya karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan TFI.

Pada tanggal 10 Desember, kami semua datang kembali untuk mengambil kuesioner KJP siswanya. Tetapi ternyata kuesioner KJP siswa di SDN Lenteng Agung 10 belum terkumpul dikarenakan hari sebelumnya siswanya sedang ujian. Jadi kami hanya mendapatkan kuesioner KJP siswa SDN Lenteng Agung 11.
3. Bagian Penutup
            Hasil Kegiatan : 


  

                    Kuesioner KJP Siswa yang telah di isi oleh siswa SDN Lenteng Agung 11





Untuk Kesimpulan yang kami dapatkan adalah :
- Siswa mendaftar menjadi peserta KJP melalui wali kelasnya
- Banyak siswa yang masih belum mengerti tentang KJP karena orang tuanya yang mengurusi
- Hal yang banyak ditanyakan pihak sekolah terhadap kunjungan rumah adalah penghasilan orang tua, kepemilikan rumah, fasilitas yang dipunyai
- Tidak ada yang meminta biaya saat mengurus KJP
- Para orang tua siswa sangat terbantu dengan adanya KJP, dan mereka menginginkan KJP ini tetap bertahan, berlanjut dan dipermudah dalam penggunaannya

Perbaikan yang harus dilakukan kelompok kami adalah kurang cermatnya dalam membaca aturan-aturan yang diberikan oleh TFI, susahnya untuk mencari waktu yang tepat untuk berkumpul dan melaksanakan tugasnya. Dan juga tidak memberikan intruksi kepada pihak sekolah dengan tidak detail.

Jumlah Peserta KJP SDN Lenteng Agung 11 adalah 66 Siswa



Laporan CB_TFI - KJP SDN Lenteng Agung 10

1. Bagian Awal



Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar 
di SDN Lenteng Agung 10
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama
Teach For Indonesia 
              
 
Kelas             : LD01
Dosen            : Silverius Constantino Johanes Maria Lake, M.HUM
Kode              : D3324
Waktu            : Jumat, 4 Desember 2015 & Senin, 14 Desember 2015
Pukul             : 10.30 - 12.30 & 08.30 - 09.00
Lokasi            : SDN Lenteng Agung 10 Pagi, JL H Joe RT 001/06 Lenteng Agung                         Jagakarsa Jakarta Selatan DKI Jakarta
Tim yang hadir
Ketua             : Edwin Ramana                  -           1701296605
Anggota        :   1. Gerry Arkanata             -           1701357935
                         2. Indrajaya Kusuma          -           1701306253
                         3. Orlando                          -           1701328752
                         4. Raditya Imawan             -           1701334843
                         5. Todi Ismirsa                   -           1701334585
Tim yang tidak hadir
            -
           
Foto Tim yang hadir



 
    
Nama :
Edwin Ramana, Gerry Arkanata, Indrajaya Kusuma, Orlando, Raditya Imawan, Todi Ismirsa



2. Bagian Isi 

Teori
Setelah kami diajari di kelas pada mata kuliah Character Building, kami melihat bahwa Teori Hak (Right-Based Ethics) dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Teori hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama, karena itu manusia harus dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan yang lain. Seperti pada kasus kegiatan ini, hak siswa untuk mendapatkan ilmu/bersekolah, tetapi karena biaya pendidikan yang tinggi, jadi ada anak yang tidak bersekolah. Tetapi sekarang pemerintah telah menyiapkan KJP (Kartu Jakarta Pintar) untuk membantu orang-orang yang tidak mampu untuk tetap bisa mendapatkan ilmu atau haknya seperti orang lain. 


Persiapan dalam melakukan kegiatan adalah dengan menghubungi anggota kelompok pada grup LINE dan membicarakan waktu yang tepat untuk pergi ke lokasi. Sebelum melakukan kegiatan, kelompok kami sudah membaca ketentuan-ketentuan yang dilakukan untuk di sekolahnya.
Pada tanggal 4 Desember, kami pun pergi ke SDN Lenteng Agung 10. Setelah kami sampai di tempat, kami pun langsung meminta izin kepada kepala sekolahnya yang bernama Siti Hawa, S. Pd untuk langsung melaksanakan tugas.  




Kami membagi kelompok kami yang berjumlah 6 orang menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok 1 untuk SDN Lenteng Agung 10 adalah Edwin, Indrajaya, dan Todi. Lalu kelompok 2 untuk SDN Lenteng Agung 11 adalah Gerry, Orlando, dan Raditya. Kami membagi tugas ini karena agar di ruang guru pada masing-masing SD tidak penuh. Kami membicarakan dengan kepala sekolahnya tentang KJP sekolah, validasi pendidikan dan juga kami meminta daftar 8355 dari sekolah untuk kami verifikasi dengan daftar yang kami punyai. Setelah semua hal itu telah kami lakukan, kami pun langsung memberikan kuesioner KJP siswa ke siswa-siswa yang ada di daftar. Kami melakukan semua hal ini dengan metode mentoring, dikarenakan metode ini sangat efektif dan akan meminimilasir kesalahan yang akan di perbuat (jika ada kesalahan dalam penulisan/pengisian, kami langsung memberi tahunya dan menjelaskannya), tetapi karena banyak siswa yang kesusahan dalam mengisi kuesionernya maka, kami dan sekolah bersepakat lagi untuk menyuruh siswanya membawa kuesionernya ke rumahnya agar orang tua mereka membantunya dalam mengisi. Kami berjanji datang kembali untuk mengambil kuesioner KJP siswanya pada tanggal 10 Desember.

Setelah semuanya sudah beres, kami pun langsung pergi ke masing-masing ruang gurunya untuk memberikan form evaluasi kegiatan. Disana kami menunggu kepala sekolahnya untuk langsung memberikan penilaian terhadap kerja kami. Setelah semuanya sudah selesai, kami pun langsung berpamitan dan berterima kasih kepada kepala sekolahnya karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan TFI.

Pada akhirnya pada tanggal 14 Desember, hanya beberapa dari kami yang pergi ke sekolahnya lagi untuk mengambil kuesioner KJP siswa SDN Lenteng Agung 10.

3. Bagian Penutup
            Hasil Kegiatan : 


Kuesioner KJP Siswa yang telah diisi oleh siswa SDN Lenteng Agung 10

 
Untuk Kesimpulan yang kami dapatkan adalah :
- Siswa mendaftar menjadi peserta KJP melalui wali kelasnya
- Banyak siswa yang masih belum mengerti tentang KJP karena orang tuanya yang mengurusi
- Hal yang banyak ditanyakan pihak sekolah terhadap kunjungan rumah adalah penghasilan orang tua, kepemilikan rumah, fasilitas yang dipunyai
- Tidak ada yang meminta biaya saat mengurus KJP
- Para orang tua siswa sangat terbantu dengan adanya KJP, dan mereka menginginkan KJP ini tetap bertahan, berlanjut dan dipermudah dalam penggunaannya

Perbaikan yang harus dilakukan kelompok kami adalah kurang cermatnya dalam membaca aturan-aturan yang diberikan oleh TFI, susahnya untuk mencari waktu yang tepat untuk berkumpul dan melaksanakan tugasnya. Dan juga tidak memberikan intruksi kepada pihak sekolah dengan tidak detail.

Jumlah Peserta KJP SDN Lenteng Agung 10 adalah 23 Siswa